Loading...

User blogs

Tag search results for: "rahim seorang perempuan"

Anda perempuan? Pernahkah Anda terpikir, mengapa saya dan Anda terlahir sebagai perempuan? Sudahkah Anda menemukan jawabannya? Perjalanan kehidupan setiap manusia bermula dari status jendernya. Mengenali dan menemukan panggilan hidup yang khusus sesuai dengan jender, atau bagi Anda dan saya, sebagai perempuan, akan membuat kita mengerti makna keberadaan kita.

Apa yang Allah lakukan di dalam seluruh proses penciptaan sangatlah ideal.  Semuanya dijadikanNya sempurna, sehingga Ia sendiri pun merasa puas. Namun, ternyata Allah melihat sesuatu yang kurang, sehingga Ia berkata, “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja.  Aku akan menjadikan penolong baginya.” (Kej. 2:18). Selanjutnya, Hawa menjadi mahluk ciptaan yang “dibangun” oleh tangan Allah sendiri (Kej. 2:22), yang setara dengan Adam dan hanya berbeda pada jenis kelamin. Bersama-sama dengan Adam, Hawa diberi Allah tanggung jawab untuk melaksanakan tugas yang sama. Dengan caranya sendiri yang khas, Hawa menolong Adam untuk bersama-sama memenuhi bumi dan menaklukkannya. 

Salah satu pemberian Allah yang unik dan mulia di dalam tubuh seorang perempuan adalah rahimnya. Kata “rahim” secara etimologis dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai kantung peranakan untuk membawa janin bayi. Asal katanya sendiri adalah dari bahasa Arab, yaitu akar kata kerja “rahima” yang memiliki makna “mengasihi”, “memahami”, “menyayangi”, “mencintai”, “menghargai”, dan “menghormati”. Kata “rahim” juga merupakan kata benda berjender perempuan (muannas) -- karena di dalam banyak bahasa, kata benda memiliki jendernya masing-masing --, yang memiliki makna “kandungan” (“uterus”, “womb”) di dalam anatomi tubuh. Selain itu, kata ini juga memiliki makna “hubungan darah”, atau “hubungan keluarga”.

Rahim di dalam diri perempuan telah menunjukkan peran dan fungsinya di sepanjang sejarah yang tercatat di Alkitab. Sejumlah perempuan melalui rahimnya melahirkan generasi baru yang menjadi berkat bagi bangsa-bangsa. Sebut saja salah satunya, Sara. Dalam masa tuanya, Sara dijanjikan akan memiliki seorang anak. Sebuah janji yang hampir mustahil untuk terpenuhi. Namun dalam masa penantiannya, Sara tahu bahwa iman perlu dilatih dan dibuktikan dengan perbuatan yang nyata. Ia belajar bahwa iman harus didasarkan pada janji-janji Allah yang teguh, bukan di atas situasi atau kemampuan manusia yang sangat goyah.  Dari rahimnya, Sara akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki yang dijanjikan akan menjadi cikal-bakal dari sebuah bangsa yang besar, keturunannya akan sebanyak pasir di laut dan bintang di langit. Tokoh lainnya adalah Lea, seorang perempuan yang tidak diperhitungkan karena kekurangan pada fisiknya. Dari rahim Lea, lahirlah generasi Israel yang pertama dan kelak menjadi penguasa dunia. Lea merupakan gambaran perempuan yang rahimnya menjadi saluran berkat Allah bagi umat manusia, meskipun secara fisik ia bukanlah perempuan yang dianggap menarik. Kemudian yang terakhir adalah Maria, wanita yang diistimewakan di antara kaum wanita, karena rahimnya menjadi tempat berlindung dan saluran bagi Sang Juruselamat dunia lahir. Pada waktu kedatangan Mesias diberitakan  kepadanya, Maria menjawab, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataan itu.”  Diistimewakan bukan berarti tanpa pengorbanan, dan Maria pun menegaskan pernyataannya itu dengan setulus hatinya.

Bagi perempuan, rahim bukan saja menjadi penanda biologis akan status jendernya, melainkan juga eksistensi perempuan di dalam tubuh Kristus. Sederhananya, perempuan adalah rahim di dalam tubuh Kristus. Rahim di sini adalah representasi metafora dari kandungan, di mana perempuan menyimpan, melindungi, membesarkan, menumbuhkan, mengandung bayi-bayi rohaninya, yaitu mereka yang belum mengenal Kristus secara pribadi dalam hidupnya.  Perempuan-perempuan di dalam sejarah Alkitab tadi menunjukkan bahwa melalui rahim mereka, Allah menyatakan kebesaran kasihNya bagi umat manusia, dan kita pun para perempuan masa kini dapat melakukan hal serupa. Proses mengandung bukan berarti masa-masa kita berdiam diri. Mengandung adalah melindungi, membesarkan, dan menumbuhkan. Karena itu, mendoakan dan memuridkan merupakan bentuk dari kita mengandung jiwa-jiwa yang Tuhan percayakan. Sudahkah kita mengambil bagian di dalamnya? Mulailah dari yang paling mudah Anda lakukan dan yang paling dekat dengan kehidupan Anda sehari-hari; suami, orangtua, saudara kandung, saudara ipar, dsb.  Kandunglah mereka dalam rahim rohani Anda, doakan dan muridkan, serta milikilah iman bahwa mereka juga kelak dapat mengenal dan menerima Kristus dalam kehidupan mereka.  Jikan muncul tantangan, jangan “menggugurkan kandungan” dengan menyerah, tetapi teruslah berdoa dan berikan teladan hidup yang baik, karena keteladanan merupakan langkah awal di dalam memuridkan. Mari, kita mengambil langkah produktif dalam tubuh Kristus dengan menggunakan rahim rohani kita untuk mengandung jiwa-jiwa yang belum percaya kepada Kristus, hingga waktunya kelak kita akan melahirkan jiwa-jiwa bagi kemuliaan Tuhan.

 

Admin Dec 7 '15 · Tags: rahim seorang perempuan