Loading...

User blogs

Tag search results for: "tugas penting bagi jomblo"

Tulisan Joshua Harris ini sangat menarik karena menyingkirkan semua pemikiran yang keliru dalam benak para jomblo pada umumnya. Prinsip-prinsip yang dituliskan ini akan membuat para jomblo pria maupun wanita dapat menampilkan kualitas diri secara optimal sebagai pria yang sejati dan wanita yang bijak, sejak belum memiliki pasangan lawan jenis yang intim. Nah, mari kita simak isinya.

“...Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.” (1 Tim. 5:1b-2)

 

Kaum Adam, Jadilah Pria Sejati

Pertama-tama, saya ingin berbicara kepada kaum adam. Sebagai pria, kita mempunyai tugas penting dan perlu serius memikirkannya: menjadi pria sejati. Bagaimana kita dapat menjalin hubungan khusus dengan seorang wanita jika kita masih bingung bagaimana caranya menjadi pria sejati? Kita perlu memahami hal ini demi seorang wanita yang suatu saat nanti akan mendampingi kita, sebagai istri kita, sekaligus sebagai tanggung jawab kita kepada Tuhan yang telah menciptakan kita sebagai seorang pria.

Ini bukan perjalanan yang mudah. Pada umumnya, prialah (secara sadar atau tidak sadar) yang mengambil keputusan, entah menjadi pria yang pasif terhadap lawan jenisnya, atau sebaliknya, menjadi pria yang agresif dan otoriter terhadap wanita. Namun, Tuhan ingin agar kita menolak kedua pilihan tersebut. Pria yang dirancangkan oleh Firman Allah bukanlah pria yang pasif atau agresif, tetapi pria yang menjadi inisiator yang bersifat hamba – tegas namun lemah lembut; maskulin namun peduli; pemimpin sekaligus hamba. Kita dipanggil untuk menjadi pelindung bagi wanita, bukan penggoda. Untuk itu, 4 prinsip praktis berikut ini akan menolong Anda berlatih di dalam fungsi dan peran Anda sebagai pria sejati.

 

1. Ambil peran sebagai pemimpin dan inisiator dalam hubungan dengan wanita

Memimpin adalah salah satu bentuk dari melayani. Saat Anda memberi arah, melontarkan ide dan mengawali pembicaraan atau kegiatan, Anda sedang melayani saudari-saudarimu para wanita. Ini bukan berarti bahwa Anda memperlakukan seorang wanita seolah-olah Anda adalah suaminya atau mengatur dia dalam mengambil keputusan penting bagi hidupnya.

Seorang wanita berkata kepada saya betapa kesalnya dia saat melihat teman-teman prianya yang hanya duduk-duduk saja dan menunggu si wanita merencanakan segalanya. Kepemimpinan yang bersifat hamba membutuhkan usaha. Artinya, kita perlu berinisiatif untuk melontarkan ide, menetapkan arah dan mengundang orang lain untuk ikut. Kepemimpinan bukanlah tirani, melainkan pelayanan yang kita berikan.

 

2. Jadilah pemimpin rohani dalam hubungan dengan wanita

Kaum adam, dalam pernikahan, kita dipanggil untuk menjadi pemimpin rohani atas rumah tangga kita. Karena itu sebelum menikah, mari kita berlatih memimpin di dalam persekutuan rohani dengan teman-teman dan dalam menjalin  hubungan dengan lawan jenis. Latihan ini akan membuat kita jauh lebih siap untuk melakukan hal serupa kelak dengan istri dan anak kita sendiri.

 

3. Lakukan hal-hal kecil yang mencerminkan kepedulian, respek dan keinginan untuk melindungi, dalam hubungan dengan wanita

Bagian ini sebenarnya sederhana. Jadilah pria sejati bagi wanita dalam hidupmu. Tujuannya ialah untuk menunjukkan melalui tindakan Anda, bahwa status mereka sebagai wanita adalah status yang terhormat. Biarkan mereka merasakan kepedulian dan sikap respek Anda sesering mungkin melalui hal-hal sederhana: bukakan pintu bagi mereka, tarik kursi jika mereka akan duduk di samping meja makan, temani mereka menuju ke pintu rumah atau ke mobil di malam hari. Kalau Anda memerlukan lebih banyak petunjuk, coba tanyakan pada wanita Kristen yang lebih dewasa. Anda akan kaget betapa senangnya mereka memberi petunjuk!

 

4. Dukung kaum hawa untuk mempraktikkan kewanitaannya sesuai dengan Alkitab

Temukan cara-cara untuk mendukung saudari-saudari seiman kita dalam berperan dan berfungsi sebagai wanita. Saat mereka memberi kesempatan kepada Anda untuk memimpin, nyatakan rasa terima kasih. Saat mereka bersikap rendah hati dan bijak, berikan dorongan semangat kepada mereka. Kewanitaan bukan kelemahan, melainkan keindahan, dan ini perlu kita dukung agar semakin terpancar.

 

 

Kaum Hawa, Jadilah Wanita Bijak

Saudari-saudari kaum hawa, berikut ini tertera 4 cara agar Anda dapat menjadi saudari bagi para pria di dalam hidup Anda, dan mempraktikkan kewanitaan yang dewasa, sekalipun saat ini Anda masih berstatus jomblo.

 

1. Berikan dorongan semangat dan kesempatan kepada pria di dalam hidup Anda untuk mempraktikkan kepemimpinan yang bersifat hamba

Godaan terbesar bagi seorang pria adalah menjadi pasif, tetapi godaan terbesar bagi wanita adalah menjadi pengontrol. Jika pria tidak menentukan arah, jadilah wanita mengambil alih kemudi. Mungkin untuk sementara waktu, ini memecahkan masalah. Namun di kemudian hari, hal ini akan semakin menghalangi para pria berfungsi/berperan sebagai inisiator sesuai rancangan Allah.

Dalam usia kepala tiga, seorang rekan wanita memberi saya satu contoh bagaimana perempuan dapat membuka kesempatan kepada pria untuk memimpin. “Kita kaum hawa seringkali terlalu cepat mengisi kekosongan dalam percakapan,” katanya. Sebenarnya, hal yang sangat penting yang perlu dilakukan oleh wanita dalam situasi hening adalah membiarkan pria memimpin percakapan. Ketika seorang pria memimpin, biarkan dia tahu betapa Anda menghargainya. Waktu dia mengambil inisiatif dalam percakapan, dalam suatu kegiatan, saat persekutuan, dan dalam hal apa pun, tetaplah memberinya dorongan semangat!

 

2. Jadilah saudari seiman bagi pria di dalam hidup Anda

Coba pikirkan pria-pria yang Anda kenal di dalam hidup Anda. Kategori apa saja yang Anda terapkan bagi mereka semua? Calon kekasih? Calon suami? Atau, bukan calon apa-apa? Ayo, buang semua kategori itu. Yang utama, Anda perlu memandang, dan memperlakukan, setiap pria Kristen sebagai seorang saudara laki-laki seiman  di dalam Kristus.

 

3. Belajarlah memandang keibuan sebagai panggilan yang terhormat

Dewasa ini, banyak orang meremehkan status seorang ibu rumah tangga berikut keterampilannya mengurus rumah tangga. Dalam budaya kita, anak-anak seringkali dianggap sebagai faktor penambah kerepotan. Peranan ibu rumah tangga pun seringkali dianggap sebagai sesuatu yang menyia-nyiakan talenta dan kompetensi wanita. Setujukah Anda dengan pandangan ini?

Jangan mempercayai kebohongan pandangan dunia tentang ibu rumah tangga. Jika Tuhan telah menaruh kerinduan itu di dalam hati Anda, jangan merasa malu karenanya. Alkitab memberi dorongan kepada kaum hawa untuk belajar menguasai keterampilan berumah tangga dari wanita yang lebih tua. Jangan ragu untuk mengasah keterampilan yang suatu saat akan memungkinkan Anda melayani keluarga ini. Carilah ibu-ibu bijak di komunitas Anda, dan belajarlah dari mereka.

 

4. Kembangkan kewanitaan yang Alkitabiah dan kecantikan batiniah di dalam diri Anda

Seorang wanita menulis surat kepada saya untuk menceritakan bagaimana Tuhan memakai ayat di Amsal 7:5 untuk menegur dia sebagai wanita yang menyesatkan pria. “Saya tidak ingin menjadi penggoda,” tulisnya. “Saya tidak mau cara saya berpakaian jadi menggoda pria dan menghalangi kesaksian saya sebagai seorang saudari seiman di dalam Kristus.”

Jika Anda ingin pria menghormati dan mengasihi Anda sebagai seorang wanita, jangan ikut mengejar obsesi dunia ini yang mementingkan kecantikan luar dan daya tarik seksual. Kembangkan kecantikan dan kewanitaan Anda berdasarkan kebenaran firman Tuhan: “tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” (1 Ptr. 3:4)

Allah adalah pusat alam semesta ini. Ia menciptakan Anda untuk kemuliaanNya sendiri. Jika Anda seorang pria, Allah menciptakan Anda untuk menjadi pria bagi kemuliaanNya. Jika Anda seorang wanita, Allah menciptakan Anda untuk menjadi wanita bagi kemuliaanNya. Jika Anda masih jomblo, Allah menciptakan Anda untuk menjadi seorang jomblo bagi kemuliaanNya. Jika Anda menikah, Allah pun menciptakan pernikahan Anda bagi kemuliaanNya.

(disadur dari buku “Boy Meets Girl” karya Joshua Harris, terbitan Lembaga Literatur Baptis)