Loading...

User blogs


"Bila Tuhan berkenan, aku yakin kita akan bersama"


“Untuk kamu yang hadirnya selalu kuminta dalam rapal doa, semoga di tahun ini Tuhan berkenan mempertemukan kita”


Rasanya kini sudah bukan saatnya lagi aku bermain dalam hubungan tanpa tujuan. Setelah sederet kisah cinta yang pernah ada, kini aku mantapkan hati untuk tidak bermain-main lagi. Setahun kemarin sudah ku coba menata diri persiapkan diri, menyambut dia yang kelak kusebut belahan jiwa. Jika semesta bersedia mengamini, semoga wajahmu bisa kulihat di tahun ini.


Rentetan kisah yang berujung patah hati telah akrab kutemui. Sekarang di usia dewasa, aku ingin bertemu ia yang kelak wajahnya akan kulihat setiap pagi.


Keinginanku untuk bertemu pasangan sejati di tahun ini tentu bukan tanpa alasan. Beberapa tahun ke belakang, aku sudah berkali mengecap pahitnya hubungan tanpa kejelasan. Mereka yang sempat mampir dan menjadi tuan dalam hati, terbukti gagal menamatkan hubungan dalam pernikahan. Berkali-kali patah dan berurusan dengan rasa yang remuk redam sudah kurasakan. Sekarang aku sudah memutuskan untuk menjalani kisah dengan seseorang yang memang telah Tuhan tetapkan.


Mungkin dia adalah sosok sederhana tanpa banyak ornamen kelebihan. Dia bukan seorang dengan sejuta pesona yang membuatku kagum sebegitunya. Tapi ketulusan dan caranya memperlakukanku kelak akan jadi pertimbangan utama. Ya segala keelokan fisik dan kemapanan tidak lagi menjadi tolak ukur. Karena yang terpenting, aku bisa menyandarkan kepala di bahunya saat berbagai cobaan hidup menghantam nanti.


Untuk itu kuputuskan untuk menata diri demi menyambut hadirimu nanti. Segala kekurangan dan keterbatasan sebisa mungkin kuperbaki, agar kelak bila kita bertemu diriku sudah lebih siap lagi.


Usaha untuk memoles segala kekurangan segera kuusahakan. Aku dengan segala keterbatasan yang ada jelas harus mempersiapkan diri. Aku hanya tak mau membiarkanmu terlalu lama menungguku untuk berbenah. Karena itu jika biasanya aku terlalu malas untuk sekadar melakukan evaluasi, kini kuputuskan untuk lebih rajin melihat apa yang harus diperbaiki.


Sekarang aku membiasakan diri untuk bangun lebih pagi dan memasak beberapa sajian sederhana. Tentu kamu suka kan, jika calon pasanganmu ini mahir meramu masakan kesukaanmu? Aku juga melatih diri untuk selalu berpikir dewasa agar nanti bila saatnya tiba, kamu tidak perlu lagi pusing menghadapi tingkahku yang terkadang masih kekanak-kanakkan.


Meski aku belum tahu kapan Tuhan akan mempertemukan kita, tapi percayalah bahwa aku di sini tak pernah lupa berusaha. Mempersiapkan diri untuk kamu yang kuyakin begitu istimewa. Aku hanya mau bila waktu itu sudah datang, aku sudah siap dengan segala yang terbaik. Untuk jodoh yang telah Ia sediakan akan kupersiapkan segala yang bisa diusahakan.


Kini kunanti hadirmu dengan penuh sabar. Tuhan yang Maha Baik pasti telah merancang pertemuan kita dengan cerita manis. Tapi jika boleh meminta, aku ingin bertemu denganmu di tahun ini.


Walau berharap bisa menemukan dirimu di tahun ini, sebagai hamba aku jelas hanya bisa meminta tanpa mendikte. Ia yang Maha Tahu tentu lebih paham kapan akhirnya kita harus dipertemukan. Aku juga mempercayakan drama pertemuan kita pada Ia Yang Esa untuk mengatur sesuai dengan waktu baik menurutNya. Di sini, di tempat sekarang aku berdiri, aku hanya bisa menyelipkan tentangmu dalam doa sederhana.


Doa sederhana tentang waktu perjumpaan kita yang kuharap bisa datang dengan segera. Di tahun yang baru ini, aku ingin kita cepat bersua. Aku hanya bisa memohon agar Tuhan berkenan mengiyakan permintaanku. Untukmu yang hadirnya selalu kutunggu, semoga kita bisa bertemu di tahun ini. 

Juju Jan 9 '16 · Comments: 2

Rahasia Kedamaian Di Tengah Badai Kehidupan


“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.


Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”


Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.” Matius 8:24-26


Peristiwa ini terjadi ketika Yesus bersama murid-muridNya sedang ada di dalam perahu mengarungi danau. Angin ribut datang melanda danau tersebut. Dalam Markus 4:37 disebut dengan angin taufan yang sangat dahsyat.


Angin taufan seperti ini bertiup sangat kencang sekali, ke segala penjuru, atas dan bawah, hingga bisa memporak-porandakan rumah-rumah. Bisa dibayangkan gelombang seperti apa yang dapat ditimbulkan pada saat angin jenis ini melanda sebuah danau. Tidak akan ada orang yang berani untuk melintasi danau tersebut dengan sebuah perahu.

Pada saat kejadian itu, para murid sangat ketakutan. Hal ini sangat manusiawi karena perahu mereka diombang-ambingkan oleh gelombang besar dan ditiup oleh angin yang sangat dahsyat.


Ketika mereka merasa bahwa mereka memerlukan pertolongan, mereka mendapati bahwa Yesus dengan tenangnya dapat tidur di dalam kondisi seperti itu. Lalu mereka-pun membangunkan Yesus agar memperoleh pertolongan dariNya.


Hal ini layaknya kehidupan kita yang tidak lepas dari gelombang badai yang berupa masalah yang dapat datang dengan tiba-tiba. Kita dapat diombang-ambingkan oleh masalah yang kita alami. Kita bisa menjadi sangat ketakutan. Bahkan tidak sedikit dari kita yang datang mencari pertolongan pada Tuhan ketika masalah tersebut datang menimpa kita dengan kerasnya.


Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari melalui kisah ini. Berikut ini rahasia agar kita tetap tenang dalam menghadapi badai kehidupan:


1. Jangan Takut


Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya,

Masalah sebesar dan sekeras apapun boleh datang menimpa kita, tetapi biarlah kita tidak takut dalam menghadapinya. Kenapa? Karena kita punya Yesus, Dia ada dalam satu perahu bersama-sama dengan kita. Bersama Yesus kita akan lakukan perkara besar. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini. Lalu mengapa kita harus takut?


Rahasia pertama agar kita dapat tenang dan berada dalam kedamaian adalah tidak takut. Jangan takut apa yang akan kita hadapi dan akan kita jalani. Hidup ini tidak akan lepas dari berbagai masalah.


Jika berani menghadapi dan menjalani apa yang kita alami sekarang, Yesus akan memberi kita kekuatan dan memberikan jalan keluar bagi kita. Dia akan memberikan kemenangan bagi masalah kita.


2. Percaya Sepenuhnya


Tuhan Yesus menyebut murid-muridNya sebagai orang yang kurang percaya. Mengapa demikian? Karena murid-muridNya tetap ketakutan dalam keadaan demikian, walaupun mereka tahu bahwa Yesus ada bersama-sama dengan mereka.


Mereka kurang percaya akan apa yang dapat Yesus lakukan jika mereka mengalami bahaya.


Apa yang tidak dapat Tuhan lakukan dalam hidup kita? Selama kita hidup berjalan bersama Yesus, maka Dia akan menuntun dan menopang hidup kita. Bahkan ketika kita berjalan dalam lembah kekelaman, Dia tetap ada di samping kita.


“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. ” Mazmur 23:4


Percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dia sanggup melakukan segala perkara. Tiada yang mustahil bagi Dia.


Kedua hal di atas, yaitu “Jangan Takut” dan “Percaya Sepenuhnya“, akan dapat membantu kita memperoleh kedamaian di tengah badai kehidupan yang datang menerpa. Tidak ada hal lain selain kedamaian dalam menghadapi masalah kita yang dapat membantu kita untuk meraih kemenangan di dalamnya.


Biarlah kita tidak takut lagi akan segala hal yang sedang menimpa kita dan biarlah kita tetap percaya seutuhnya kepada kuasa Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dalam hidup kita. Haleluya!


“Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;


Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.


Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.


Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Mazmur 23:1-6

Juju Nov 27 '15 · Comments: 1
Mau tanya admin ini forum jodoh kristen yang batu ya ? Thanks
ben hendri Dec 21 '15 · Comments: 1