Loading...

User blogs



Occult artinya tersembunyi. Kalo maen petak umpet, maka gampang banget nyari tempat persembunyian iblis, yakni dalam okultisme. Bentuk okultisme sangat macem-macem dan sangat tergantung budaya, tempat yang bersangkutan dan agama. Okultisme dipake sama setan agar manusia sadar ataupun nggak sadar jadi pelayan atau dilayani oleh si setan.

Tujuannya agar manusia jauh dari Tuhan. Caranya dengan ‘memenuhi’ tiga keinginan manusia dari sejak jaman Hawa: keinginan buat bertahan hidup (tidak akan mati), keinginan untuk tau (mata terbuka), dan keinginan buat berkuasa (menyamai Tuhan). “Tetapi ular itu berkata kepada perempuan itu: "Sekali-kali kamu tidak akan mati, tetapi Allah mengetahui, bahwa pada waktu kamu memakannya matamu akan terbuka, dan kamu akan menjadi seperti Allah, tahu tentang yang baik dan yang jahat." (Kejadian 3:4-5).

SEMBUNYI DALAM BUDAYA
Okultisme udah jadi budaya. Apalagi di Indonesia. Dari sejak manusia masih ‘belum ada’ sampe ‘mati’ semua dipengaruhi okultisme. Liat aja contohnya:
1. Waktu baru nikah, dukun ngasih jampi biar malam pertama langsung tokcer
2. Waktu mengandung, nyokap minum air jampi biar jabang bayi selamat
3. Waktu lahir, diadain upacara selametan, dimandiin air kembang, bubur putih bubur merah en dinamain sesuai anjuran dukun
4. Waktu kecil, digantungi jimat biar pinter en sehat
5. Waktu sakit-sakitan, dikasih mantra
6. Waktu remaja dikasih ilmu pelet biar dapet jodoh
7. Waktu nyari pekerjaan pake susuk
8. Waktu menikah nyari hari baik sesuai adat
9. Waktu mati dibekali upacara khusus buat nganter ke ‘surga’

Beli rumah, pake tumbal. Biar kaya, pelihara tuyul. Mau bikin acara, manggil pawang hujan. Toko sepi, pake jimat. Keluar penjara, mandi di laut buang sial. Sakit gigi, manggil dukun. Sakit hati, santet. Belum lagi maen jaelangkung, doa di depan mayat, nanya ke peramal, dan sebagainya.

NGOBROL SAMA ARWAH
Ada lagi yang namanya Spiritisme, okultisme yang didasarkan sama keyakinan kalo kita bisa berhubungan dengan orang yang udah mati. Sering terjadi lewat media cenayang/dukun, ouija board, jaelangkung, mengunjungi kuburan, atau bicara sama yang kerasukan.

Tuhan melarang kita berhubungan dengan arwah. “Bahkan, ia...menghubungi para pemanggil arwah... sehingga ia menimbulkan sakit hati-Nya.” (2 Tawarikh 33:6). “Janganlah kamu berpaling kepada arwah atau kepada roh-roh peramal; janganlah kamu mencari mereka dan dengan demikian menjadi najis karena mereka; Akulah TUHAN, Allahmu.” (Imamat 19:31). Masih belum puas? Kita bisa baca Imamat 20:6, Ulangan 18:11, Yesaya 8:19.

Bisakah berhubungan dengan orang yang sudah mati? Nggak bisa. Kita bisa belajar dari cerita Lazarus, Abraham dan si orang kaya di Lukas 16:19-31. Kasus pemanggilan roh arwah Samuel di kitab 1 Samuel 28:11-15 itu pun bukan roh Samuel asli tapi iblis yang menyamar. Soalnya yang bilang bahwa itu roh Samuel adalah Saul padahal Saul nggak bisa melihatnya (alias hanya menerka), yang melihat langsung hanya si dukun dan dia nggak bilang itu Samuel, tapi hanya bilang orang berselubung jubah.

DISURUH DOA BUAT ORANG MATI
Boleh nggak kita berdoa buat orang yang sudah mati biar ‘diterima di sisiNya’? Jawabannya: udah telat! Gak usah mikirin yang udah mati, pikirin yang masih hidup agar kalo mati bisa ‘diterima di sisiNya’ en gak mati sia-sia, kabarkan KerajaanNya! Yesus pernah bilang "Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana." (Lukas 9:60).

“Tapi aku disuruh sama bokap nyokap buat doa di depan mendiang kakek biar dia masuk surga. Saya sih nurut aja, kan kita harus menghormati ortu kita.”. Ini jawaban Petrus dan para rasul: “Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, katanya: "Kita harus lebih taat kepada Allah dari pada kepada manusia.” (Kisah 5:29).

Tanyakan pada diri sendiri, apa kata Tuhan tentang hal tersebut? Apakah Tuhan memperbolehkan kita berdoa buat orang mati? Kita harus lebih mentaati Tuhan daripada ortu. “Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.” (Matius 10:37-38 ). Lagipula kita harus menghormati ortu dengan caranya Tuhan kayak yang dibilang di Efesus: “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu -- ini adalah suatu perintah yang penting, ...” (Efesus 6:1-2).

Ya, memang pada prakteknya nggak semudah itu. Langkah yang harus kita ambil buat menghadapi ortu yang belum dalam Tuhan adalah dengan meminta hikmat dari Tuhan. Bicaralah dan komunikasikan prinsip yang kita pegang pada mereka dengan kasih dari Tuhan.

Tapi yang penting adalah, gaya hidup kita yang menyembah Tuhan dengan benar dan menjadi saksi hidup sejak dari sekarang. Jadi anak yang baik, senang membantu ortu, rajin, selalu hormat pada mereka, nggak terlibat masalah kenakalan remaja, punya prestasi sesuai kemampuan, bertingkahlaku sopan, mengembangkan kebiasaan baik. Lakukan itu dan ortu yang belum kenal Tuhan suatu saat akan melihatnya dan ikut memuliakan Tuhan. Jadi jika suatu hari kita ngobrol tentang prinsip hidup kita, ortu kita akan mudah mengerti dan nggak keberatan. Jangan cuma tiba-tiba bilang: “Mama papa! Saya nggak mau berdoa di depan mayat kakek! Itu dosa!!” sementara hidup kita penuh dengan dosa! (**)

[Sumber dari Gfresh]
Juju Dec 3 '15



JUE
GGGERRR
NGEBUT BIKIN KECELAKAAN!

Pernah nyetir mobil? Bisa gak sih nyetir mobil langsung ngebut? Gak bisa lho! Pertama tentunya harus buka pintunya dulu, hehe, lalu masuk, duduk, masukin kunci, starter, masuk gigi satu, gigi dua, gigi tiga hingga gak kerasa udah ngebut di gigi lima! Bener gak? Nah, pas mau berenti juga gak bisa langsung berenti, en kalo udah ngebut resikonya tau sendiri: kecelakaan!

Begitu juga dalam pacaran yang gak sehat. Mungkin kita-kita mikir gak bakalan jatuh dalam dosa seksual. Kita en pacar kita udah tau kok kalo itu dosa, apalagi kita berdua udah terlibat dalam pelayanan. Tapi, kok bisa tetep ‘kecelakaan’ ya?

Soalnya kayak  nyetir mobil tadi kadang kita gak nyadar kalo kita udah ngebut, gara-garanya kita mulai dengan buka pintu, pelan-pelan masuk ke mobil, mulai muter starter en masuk gigi satu. Dua. Tiga. Cekiiiit… Juegggeeeer! Nggak kerasa. Awalnya cuma ngobrol di tempat sepi, lalu saling bersentuhan, lalu mulai meraba, lalu kissing, petting.. Dan kejadian deh.

Tau gak sih, yang boleh nyetir mobil itu cuma yang udah punya SIM. Yang boleh melakukan hubungan seks itu cuma yang udah punya SIM (Suami Istri Menikah, maksa ya?) juga. So, yang boleh nyetir ya mereka ini. Kita-kita yang belum punya SIM, jalan kaki aja. Cari yang aman. Pacaran bukan ajang kenal-kenalan tubuh, tapi kenal-kenalan karakter en bersahabat. So, sebelum tabrakan… keluar dari mobil dan jalan kaki.

PACARAN KUDUS NGEBOSENIN!?
Apa yang kita pikirin waktu denger kata ‘kekudusan’ dalam pacaran? Pasti banyak dari kita yang mikir soal batasan-batasan, segala gak boleh, ketidakbahagiaan. Aaah, bosen! Kesannya Tuhan itu Tuhan yang nggak fun, nggak suka anakNya seneng. Apalagi film-film, buku en gaya hidup seleb sekarang yang menyamakan antara menjaga kekudusan selama pacaran dengan ketidakbahagiaan en kekunoan en kejadulan!

Nah, kalo kita sampe kepikir kayak gitu, terima aja deh kalo kita sebenernya udah ditipu abis-abisan ama si iblis. Si iblislah yang pengen kita gak bahagia, soalnya yang namanya kekudusan itu sebenernya indah! Bukan sebaliknya. Iblis mendorong pasangan muda buat mengekspresikan rasa cintanya secara bebas dengan dalih agar bisa bahagia en senang. Tapi taukah kita kalo kebebasan yang ditawarkan iblis itu adalah sebuah perbudakan dosa tanpa kita sadari?

Ketika Tuhan meminta kita untuk hidup kudus, Dia sedang memikirkan kebahagiaan kita. Bukan sebaliknya! Lha wong Dia itu Bapa kita kok, masa mikirin supaya kita menderita? Tapi gara-gara roh kita dikuasai sama perbudakan dosa, maka rambu-rambu dari Tuhan itu rasanya kayak rantai belenggu di penjara. Pacaran tanpa bumbu seks rasanya ngebosenin. Otak kita mikirnya seks masa pacaran itu menyenangkan, akhirnya lupa tujuan semula. Justru percayalah, ketika kita menjalani pacaran dengan kudus, maka Tuhan telah menyediakan berkat kebahagiaan pada saat kita menikah dan menjalani rumah tangga nanti!

QUOTES“Menunda berhubungan seks tidak pernah menyakiti siapapun. Saya jamin” (Pam Stenzel – Sex Has A Price Tag)
“Andaikata seks yang Anda berhalakan selama pacaran, justru dalam kehidupan pernikahan Anda dengan istri atau suami Anda nanti, seks tidak akan bisa Anda nikmati. …Yang Anda sakralkan waktu berpacaran, itu yang akan Anda nikmati pada saat menikah nanti.” (Phillip Mantofa - Before 30)

PACARAN KUDUS, MUNGKIN GITU?
Nah, tapi mungkin gak sih kita bisa pacaran kudus? Pacaran tanpa ada embel-embel seks? Soalnya survey membuktikan banyak banget anak Tuhan (apalagi yang bukan) yang pacarannya gak kudus. Bahkan banyak diantaranya sudah terlibat pelayanan di gereja! Tenang, biar statistiknya tinggi, jangan mau ikut-ikutan meramaikan statistik itu. Ada banyak pasangan yang bisa buktiin kalo pacaran kudus itu mungkin. Nah, buat kita-kita yang mau pacaran kudus, ini beberapa tips dari hamba-hamba Tuhan yang udah buktiin kalo pacaran kudus itu mungkin.

1. Tau batasan diri.
Tiap orang punya ‘batas’ kekuatan sendiri-sendiri. Sampe sejauh mana mereka bisa menguasai diri. Contohnya gini, buat beberapa orang, pegangan tangan itu gak masalah. Tapi buat beberapa orang tertentu pegangan tangan aja bisa bikin mikir yang nggak-nggak. Kebanyakan orang yang pacarannya gak kudus gak nyadar kalo mereka udah melampaui ‘batas’ mereka. Ini penting banget. Kalo kita tau ‘batas’ kita en pasangan kita, en tetap menjaga hubungan kita dalam batas itu, kita gak akan terjebak dalam hubungan yang gak kudus.

Waktu mulai komit buat pacaran, obrolin batasan itu. Sambungkan dengan tujuan kita berpacaran. Cari kesepakatan untuk mengatasi masalah yang mungkin akan terjadi, misalnya tentuin batasan tempat pacaran, batasan mana yang boleh dan tidak boleh, dsb.

2. Jangan ketok pintu Pencobaan!
Kadang kita suka salah berdoa, ‘Tuhan, beri aku kekuatan agar aku bisa menang dalam pencobaan!’. Padahal Tuhan sendiri bilang: “Jangan masuk dalam pencobaan!’ (kalo gak percaya baca deh: Matius 6:13, Matius 26:41, Lukas 11:4). Artinya jangan sok jago masuk dalam pencobaan, soalnya 99% biasanya bukannya menang malah keok! Hehe. Jangankan masuk, ketok pintunya aja juga mending jangan deh. Misalnya kalo kita yang cowok lemah dalam godaan visual, suka mikir ngeres kalo liat kulit cewek yang mulus, janganlah ketok-ketok pintu en masuk ke pencobaan dengan melirik (atau bahkan melototin) gambar cewek pake rok mini. Langsung tutup majalahnya atau pindahin channel tipinya atau merem sekalian.

Termasuk dalam berpacaran. Kalo memang godaannya besar pas berduaan di tempat sepi, jangan masuk ke tempat sepi. Selalu cari tempat yang aman, ada orang ketiga. Atau ngobrol di tempat umum.

3. Buat cowok, anggap cewek kita itu adik kandung kita.
 Apa batasan perlakukan kita sama pacar kita. Sebagai cowok, kita bisa ambil patokan firman Tuhan ini:
“…Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.” (1 Timotius 5:1b-2).
Sebagaimana kita memperlakukan adik perempuan kita (kalo yang gak punya, bayangkan!) begitulah seharusnya kita memperlakukan cewek kita. Penuh kemurnian! Jangan ngelaba, jangan jahat, jangan egois. Lindungi dia sebagai kakak, jagai kehormatannya, sayangi seperti adik kandung. Jadilah cowok sejati.

Kalo ada yang berkilah, “…kalo gitu saya boleh dong cium pipi pacar, soalnya saya juga suka cium pipi adik gue!”, tanyakan betul dalam hatimu, apakah efek ciuman itu beda atau sama? Jangan-jangan itu cuman alasan doang buat membenarkan ketidakmurnian hati kita.

4. Buat cewek, jangan segan tampar cowokmu
 Beda ama cewek, kata orang, gairah seks ama otak cowok itu gak bisa berjalan bareng. Makanya kalo hasrat seksnya muncul biasanya cowok suka gak bisa mikir. Sekalipun si cowok udah tau resikonya dan bahkan sudah berjanji untuk tidak melakukannya, tapi ketika hasrat seksnya muncul, dia bisa lupa semuanya dan yang terpikir hanya… “ah biarin gimana nanti aja!”. Itulah makanya di film-film Hollywood gampang sekali seorang cewek membujuk atau mencuri sesuatu dari cowok, cukup dengan diangkat gairah seksnya. Dan itu memang kenyataan.

Makanya perlu bantuan dari cewek buat nyadarin otak si cowok biar bekerja. Kalo sudah ada tanda-tanda gak beres, ingetin dia. Kalo maksa terus, langsung tampar aja atau cubit sampe biru. Makanya bilang dari awal, kalo sampe kamu nampar, dia jangan marah, hehe.

5. Libatin ortu sama pembimbing rohani
 Penting banget punya pembimbing rohani ato ortu yang tau apa yang kita lakuin sama pacar kita. Bukan artinya kita mesti laporan sama ortu ato pembimbing rohani kita apa aja yang kita lakuin pas pacaran. Tapi belajarlah terbuka sama mereka, apa yang jadi masalah kita, apa yang jadi pergumulan kita dalam pacaran. Dengan terbuka begitu, kita juga akan merasa lebih aman, karena ada orang yang lebih dewasa yang mengawasi kita.

[Sumber dari Gfresh]
Juju Dec 3 '15


Kehidupan manusia tidak pernah mencapai kemaksimalannya apabila manusia tidak mengetahui isi hati Tuhan yang paling dalam. Banyak orang mengetahui pentingnya hati Tuhan, tetapi mereka sama sekali tidak mengerti apa isi hati Tuhan. Isi hati Tuhan bukanlah seperti yang biasa didengung-dengungkan manusia. Ada orang yang berpikir bahwa isi hati Tuhan yang terdalam adalah penginjilan, atau misi: memang hal itu penting tetapi bila kedua hal tersebut tidak dikaitkan oleh isi hati Tuhan, maka kedua hal tersebut akan menjadi kegiatan manusiawi yang sia-sia. Isi hati Tuhan juga bukan pekerjaan sosial dan melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk memberkati area-area kehidupan seperti: pendidikan, bisnis, pemerintahan, pertanian, teknologi, seni, olah raga, dan sebagainya. Itupun adalah hal yang penting, namun bila tidak dikaitkan dengan isi hati Tuhan yang terdalam maka itupun sia-sia.

Bagaimana dengan pendalaman alkitab, peperangan rohani, gerakan doa, pemuridan, dan sebagainya? Sekali lagi, semua hal tersebut adalah hal yang sangat baik tetapi bila bukan berkaitan dari isi hati Tuhan maka hal-hal itu hanyalah kegiatan agamawi yang mati dan tidak memberi pengaruh apa-apa.

Lalu, apakah isi hati Tuhan yang terdalam itu? Isi hati Tuhan yang terdalam adalah menyangkut sebuah maksud, yang disebut Maksud Abadi Allah (Efesus 3:3-11). Allah mempunyai sebuah Maksud Abadi, yaitu bahwa Allah menginginkan sebuah tempat kediaman bagi diriNya. Ia ingin agar kita semua yang diselamatkanNya, boleh menjadi anggota Rumah yang kekal itu. Apabila kita hidup dan beraktifitas dari Rumah Allah tersebut, maka kita akan mencapai hidup maksimal kita sehari-hari.

Hidup kita sebenarnya adalah ekspresi dari Rumah Allah yang kekal itu. Kita diciptakan untuk hidup di Rumah Allah dan mengekspresikan Allah dalam pernikahan, keluarga, komunitas sel, bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah kehidupan yang berkelimpahan. Namun, persoalannya banyak orang tidak mengerti bagaimana mengekspresikan Allah. Renungan 30 hari ini akan menolong kita untuk belajar mengekspresikan Allah dalam aspek-aspek seperti di atas. Renungan ini tidak lengkap tanpa buku penjelasan yang lengkap tentang Membangun Rumah Tuhan, Build MY Home. Anda bisa merenungkan lebih jauh renungan ini dengan menggunakan buku Build My Home.

Praktekkanlah renungan ini secara pribadi maupun korporat. Bahan-bahan ini juga menjadi bahan-bahan diskusi (PTP) di dalam jemaat dasar atau komunitas sel.
Selamat menikmati pertumbuhan menuju kemaksimalan hidup melalui renungan ini.

 

Baca: Yohanes 14:15-21


Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. —Yohanes 14:16


Putra saya baru saja masuk dalam Kelompok Bermain. Di hari pertamanya, ia menangis dan menyatakan, “Aku tak suka sekolah.” Saya dan suami berusaha membujuknya. “Kami mungkin tidak menemanimu ke sekolah, tetapi kami mendoakanmu. Lagipula, Yesus selalu bersamamu.” “Tetapi aku tak bisa melihat-Nya!” ujarnya. Suami saya memeluknya dan berkata, “Yesus tinggal di dalammu. Dan Dia tak akan meninggalkanmu sendirian.” Putra saya menaruh tangan di dadanya dan berkata, “Ya, Yesus tinggal di dalamku.” Tidak hanya anak-anak yang mengalami kegelisahan karena takut ditinggalkan. Dalam setiap tahapan hidup ini, kita menghadapi masa-masa perpisahan dengan orang-orang yang kita kasihi, adakalanya karena jarak geografis dan terkadang karena kematian. Namun demikian, kita perlu mengingat, bahwa meski kita merasa ditinggalkan oleh sesama, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dia telah berjanji untuk senantiasa menyertai kita. Allah telah mengutus Roh Kebenaran—Pembela dan Penolong kita—untuk tinggal bersama kita dan di dalam kita selamanya (Yoh. 14:15-18). Kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya.


Putra saya belajar untuk percaya, demikian juga saya. Seperti putra saya, saya tidak dapat melihat Roh Kudus, tetapi saya merasakan kuasa-Nya setiap hari ketika Dia menguatkan dan membimbing saya melalui firman Tuhan yang saya baca. Marilah bersyukur kepada Allah untuk pemeliharaan-Nya yang indah, Roh Kristus yang bersama kita dan tinggal di dalam kita. Tentulah kita tak pernah sendirian! —Keila Ochoa


Tuhan, terima kasih untuk Roh Kudus-Mu yang hidup di dalam diriku.


Kita takkan pernah sendirian.

Juju Nov 29 '15

Rahasia Kedamaian Di Tengah Badai Kehidupan


“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.


Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”


Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.” Matius 8:24-26


Peristiwa ini terjadi ketika Yesus bersama murid-muridNya sedang ada di dalam perahu mengarungi danau. Angin ribut datang melanda danau tersebut. Dalam Markus 4:37 disebut dengan angin taufan yang sangat dahsyat.


Angin taufan seperti ini bertiup sangat kencang sekali, ke segala penjuru, atas dan bawah, hingga bisa memporak-porandakan rumah-rumah. Bisa dibayangkan gelombang seperti apa yang dapat ditimbulkan pada saat angin jenis ini melanda sebuah danau. Tidak akan ada orang yang berani untuk melintasi danau tersebut dengan sebuah perahu.

Pada saat kejadian itu, para murid sangat ketakutan. Hal ini sangat manusiawi karena perahu mereka diombang-ambingkan oleh gelombang besar dan ditiup oleh angin yang sangat dahsyat.


Ketika mereka merasa bahwa mereka memerlukan pertolongan, mereka mendapati bahwa Yesus dengan tenangnya dapat tidur di dalam kondisi seperti itu. Lalu mereka-pun membangunkan Yesus agar memperoleh pertolongan dariNya.


Hal ini layaknya kehidupan kita yang tidak lepas dari gelombang badai yang berupa masalah yang dapat datang dengan tiba-tiba. Kita dapat diombang-ambingkan oleh masalah yang kita alami. Kita bisa menjadi sangat ketakutan. Bahkan tidak sedikit dari kita yang datang mencari pertolongan pada Tuhan ketika masalah tersebut datang menimpa kita dengan kerasnya.


Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari melalui kisah ini. Berikut ini rahasia agar kita tetap tenang dalam menghadapi badai kehidupan:


1. Jangan Takut


Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya,

Masalah sebesar dan sekeras apapun boleh datang menimpa kita, tetapi biarlah kita tidak takut dalam menghadapinya. Kenapa? Karena kita punya Yesus, Dia ada dalam satu perahu bersama-sama dengan kita. Bersama Yesus kita akan lakukan perkara besar. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini. Lalu mengapa kita harus takut?


Rahasia pertama agar kita dapat tenang dan berada dalam kedamaian adalah tidak takut. Jangan takut apa yang akan kita hadapi dan akan kita jalani. Hidup ini tidak akan lepas dari berbagai masalah.


Jika berani menghadapi dan menjalani apa yang kita alami sekarang, Yesus akan memberi kita kekuatan dan memberikan jalan keluar bagi kita. Dia akan memberikan kemenangan bagi masalah kita.


2. Percaya Sepenuhnya


Tuhan Yesus menyebut murid-muridNya sebagai orang yang kurang percaya. Mengapa demikian? Karena murid-muridNya tetap ketakutan dalam keadaan demikian, walaupun mereka tahu bahwa Yesus ada bersama-sama dengan mereka.


Mereka kurang percaya akan apa yang dapat Yesus lakukan jika mereka mengalami bahaya.


Apa yang tidak dapat Tuhan lakukan dalam hidup kita? Selama kita hidup berjalan bersama Yesus, maka Dia akan menuntun dan menopang hidup kita. Bahkan ketika kita berjalan dalam lembah kekelaman, Dia tetap ada di samping kita.


“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. ” Mazmur 23:4


Percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dia sanggup melakukan segala perkara. Tiada yang mustahil bagi Dia.


Kedua hal di atas, yaitu “Jangan Takut” dan “Percaya Sepenuhnya“, akan dapat membantu kita memperoleh kedamaian di tengah badai kehidupan yang datang menerpa. Tidak ada hal lain selain kedamaian dalam menghadapi masalah kita yang dapat membantu kita untuk meraih kemenangan di dalamnya.


Biarlah kita tidak takut lagi akan segala hal yang sedang menimpa kita dan biarlah kita tetap percaya seutuhnya kepada kuasa Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dalam hidup kita. Haleluya!


“Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;


Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.


Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.


Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Mazmur 23:1-6

Juju Nov 27 '15 · Comments: 1
Pages: «« « ... 6 7 8 9 10