Loading...

Hidup dalam kerajaan Allah | Forum

Topic location: Forum home » General » Artikel
Admin Dec 3 '15

Kerajaan Allah adalah topik yang sangat penting untuk dipelajari oleh semua orang Kristen, bahkan topik utama yang Yesus kotbahkan ketika Ia berada di dunia. Sayangnya pada hari-hari akhir ini, orang-orang Kristen lebih banyak berfokus kepada Injil Keselamatan, bukan Injil Kerajaan, padahal Yesus sendiri lebih banyak memberitakan tentang Injil Kerajaan. Memberitakan Injil Keselamatan hanya menyentuh manusia dan mencakup urusan keselamatan, tetapi memberitakan Injil Kerajaan mencakup keseluruhan hidup manusia dalam kaitannya dengan Kerajaan Allah, dengan posisi umat manusia dalam kekekalan pemerintahan Allah. Karena itu, Jika kita memberitakan Injil Keselamatan, kita hanya mempunyai otoritas atas manusia yang menerima keselamatan itu, tetapi jika kita memberitakan Injil Kerajaan, kita sekaligus menyatakan otoritas kerajaan Kristus atas kota-kota dan bangsa-bangsa.

Di dunia kita saat ini, Kerajaan Allah memang belum terlihat secara penuh dalam tanda-tanda lahiriahnya, tetapi sebenarnya sudah datang dan ada di antara kita (Luk. 17:20-21). Kita sekarang telah berada di dalam Kerajaan Allah, setelah berpindah dari kerajaan kegelapan (Kol. 1:13), melalui kelahiran baru (Yoh. 3:5). Tetapi yang menyedihkan adalah bahwa terlalu banyak orang percaya yang berada dalam Kerajaan Allah tanpa mengalami kenyataan-kenyataan Kerajaan Allah. Mengapa demikian? Karena mereka belum “melihat” Kerajaan Allah.

Yesus menjelaskan kepada Nikodemus bahwa seseorang yang telah dilahirkan kembali akan melihat Kerajaan Allah (Yoh. 3:3). Apa maksud perkataan Yesus ini? Apakah orang-orang percaya diragukan kelahiran barunya? Bukan. Yang dimaksud di sini bukanlah keaslian kelahiran barunya, tetapi apakah mereka telah melihat dengan jelas kenyataan-kenyataan Kerajaan Allah. “Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilanNya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukanNya bagi orang-orang kudus,” (Ef. 1:18).

Paulus berdoa agar jemaat di Efesus dapat “melihat” betapa dahsyatnya kuasa Kerajaan Allah yang memerintah melalui gerejaNya (Ef. 1:19-20), yang jauh lebih tinggi melampaui segala pemerintah, kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja tetapi juga di dunia yang akan datang (Ef. 1:21). Bahkan yang lebih hebat lagi, Paulus menjelaskan bahwa setelah seseorang percaya kepada Injil Keselamatan, ia terselamatkan, ia telah dibangkitkan bersama Kristus dan diberi tempat di surga bersama-sama dengan Kristus. Artinya, secara de jure (status), orang yang telah diselamatkan ini telah memerintah bersama Kristus (Ef. 2:6). Masalahnya, ini belum terlihat secara de facto (realita) dalam kehidupan orang-orang percaya ini.

Seberapa “banyak”kah Kerajaan Allah telah datang ke bumi? Belum terlihat sepenuhnya. Apa yang terjadi jika kenyataan Kerajaan Allah terlihat sepenuhnya di bumi? Mari kita lihat ciri-cirinya.

- Pada saat Kerajaan Allah datang, maka setan diusir (Mat. 12:28).
- Kristus datang sebagai Raja untuk menghancurkan perbuatan-perbuatan Iblis, yaitu dosa dan segala ikatannya (1 Yoh. 3:8).
- Pada saat Kerajaan Allah datang, maka manusia dikuasai oleh kebenaran, damai, dan sukacita. Akibatnya manusia dibebaskan dari segala problem dan penyakit emosional yang mengikatnya (Rm. 14:17).
- Pada saat kita hidup di dalam Kerajaan Allah, kita akan menjadi terang dan garam bagi sekitar kita (Mat. 5:13-16).

Kalau kita melihat secara jujur keadaan orang-orang percaya saat ini, kelihatannya gereja (kita) belum benar-benar mengalami sepenuhnya kenyataan-kenyataan Kerajaan Allah tersebut. Gereja saat ini kelihatannya hampir sama dengan dunia. Masih banyak orang-orang percaya yang masih belum dibebaskan total dari ikatan-ikatan kuasa kegelapan, dari problem emosional dan dari pekerjaan-pekerjaan setan. Itulah sebabnya gereja tidak terlalu berbeda dengan dunia ini, dan tidak mampu menjadi garam dan terang bagi dunia, sehingga tidak terjadi transformasi di dunia. Mungkinkah ini terjadi karena kurangnya pemberitaan tentang Kerajaan Allah? Mungkinkah gereja tidak pernah mengerti bagaimana menjalani hidup yang benar di dalam Kerajaan Allah? Jika saja orang percaya mengerti bagaimana dan melakukan hidup radikal di dalam Kerajaan Allah, maka hidup mereka tentulah akan berbeda. Keputusan Anda dan saya tentang bagaimana kita akan menjalani hidup setiap hari akan berpengaruh besar hingga kepada “nasib” dunia. Mari kita kembali kepada Alkitab dan mempraktikkan hidup yang sesuai dengan Injil Kerajaan Allah, agar seluruh realita Kerajaan Allah terlihat secara nyata di dunia ini.

 

The Forum post is edited by Admin Dec 3 '15