Loading...

User blogs




JUE
GGGERRR
NGEBUT BIKIN KECELAKAAN!

Pernah nyetir mobil? Bisa gak sih nyetir mobil langsung ngebut? Gak bisa lho! Pertama tentunya harus buka pintunya dulu, hehe, lalu masuk, duduk, masukin kunci, starter, masuk gigi satu, gigi dua, gigi tiga hingga gak kerasa udah ngebut di gigi lima! Bener gak? Nah, pas mau berenti juga gak bisa langsung berenti, en kalo udah ngebut resikonya tau sendiri: kecelakaan!

Begitu juga dalam pacaran yang gak sehat. Mungkin kita-kita mikir gak bakalan jatuh dalam dosa seksual. Kita en pacar kita udah tau kok kalo itu dosa, apalagi kita berdua udah terlibat dalam pelayanan. Tapi, kok bisa tetep ‘kecelakaan’ ya?

Soalnya kayak  nyetir mobil tadi kadang kita gak nyadar kalo kita udah ngebut, gara-garanya kita mulai dengan buka pintu, pelan-pelan masuk ke mobil, mulai muter starter en masuk gigi satu. Dua. Tiga. Cekiiiit… Juegggeeeer! Nggak kerasa. Awalnya cuma ngobrol di tempat sepi, lalu saling bersentuhan, lalu mulai meraba, lalu kissing, petting.. Dan kejadian deh.

Tau gak sih, yang boleh nyetir mobil itu cuma yang udah punya SIM. Yang boleh melakukan hubungan seks itu cuma yang udah punya SIM (Suami Istri Menikah, maksa ya?) juga. So, yang boleh nyetir ya mereka ini. Kita-kita yang belum punya SIM, jalan kaki aja. Cari yang aman. Pacaran bukan ajang kenal-kenalan tubuh, tapi kenal-kenalan karakter en bersahabat. So, sebelum tabrakan… keluar dari mobil dan jalan kaki.

PACARAN KUDUS NGEBOSENIN!?
Apa yang kita pikirin waktu denger kata ‘kekudusan’ dalam pacaran? Pasti banyak dari kita yang mikir soal batasan-batasan, segala gak boleh, ketidakbahagiaan. Aaah, bosen! Kesannya Tuhan itu Tuhan yang nggak fun, nggak suka anakNya seneng. Apalagi film-film, buku en gaya hidup seleb sekarang yang menyamakan antara menjaga kekudusan selama pacaran dengan ketidakbahagiaan en kekunoan en kejadulan!

Nah, kalo kita sampe kepikir kayak gitu, terima aja deh kalo kita sebenernya udah ditipu abis-abisan ama si iblis. Si iblislah yang pengen kita gak bahagia, soalnya yang namanya kekudusan itu sebenernya indah! Bukan sebaliknya. Iblis mendorong pasangan muda buat mengekspresikan rasa cintanya secara bebas dengan dalih agar bisa bahagia en senang. Tapi taukah kita kalo kebebasan yang ditawarkan iblis itu adalah sebuah perbudakan dosa tanpa kita sadari?

Ketika Tuhan meminta kita untuk hidup kudus, Dia sedang memikirkan kebahagiaan kita. Bukan sebaliknya! Lha wong Dia itu Bapa kita kok, masa mikirin supaya kita menderita? Tapi gara-gara roh kita dikuasai sama perbudakan dosa, maka rambu-rambu dari Tuhan itu rasanya kayak rantai belenggu di penjara. Pacaran tanpa bumbu seks rasanya ngebosenin. Otak kita mikirnya seks masa pacaran itu menyenangkan, akhirnya lupa tujuan semula. Justru percayalah, ketika kita menjalani pacaran dengan kudus, maka Tuhan telah menyediakan berkat kebahagiaan pada saat kita menikah dan menjalani rumah tangga nanti!

QUOTES“Menunda berhubungan seks tidak pernah menyakiti siapapun. Saya jamin” (Pam Stenzel – Sex Has A Price Tag)
“Andaikata seks yang Anda berhalakan selama pacaran, justru dalam kehidupan pernikahan Anda dengan istri atau suami Anda nanti, seks tidak akan bisa Anda nikmati. …Yang Anda sakralkan waktu berpacaran, itu yang akan Anda nikmati pada saat menikah nanti.” (Phillip Mantofa - Before 30)

PACARAN KUDUS, MUNGKIN GITU?
Nah, tapi mungkin gak sih kita bisa pacaran kudus? Pacaran tanpa ada embel-embel seks? Soalnya survey membuktikan banyak banget anak Tuhan (apalagi yang bukan) yang pacarannya gak kudus. Bahkan banyak diantaranya sudah terlibat pelayanan di gereja! Tenang, biar statistiknya tinggi, jangan mau ikut-ikutan meramaikan statistik itu. Ada banyak pasangan yang bisa buktiin kalo pacaran kudus itu mungkin. Nah, buat kita-kita yang mau pacaran kudus, ini beberapa tips dari hamba-hamba Tuhan yang udah buktiin kalo pacaran kudus itu mungkin.

1. Tau batasan diri.
Tiap orang punya ‘batas’ kekuatan sendiri-sendiri. Sampe sejauh mana mereka bisa menguasai diri. Contohnya gini, buat beberapa orang, pegangan tangan itu gak masalah. Tapi buat beberapa orang tertentu pegangan tangan aja bisa bikin mikir yang nggak-nggak. Kebanyakan orang yang pacarannya gak kudus gak nyadar kalo mereka udah melampaui ‘batas’ mereka. Ini penting banget. Kalo kita tau ‘batas’ kita en pasangan kita, en tetap menjaga hubungan kita dalam batas itu, kita gak akan terjebak dalam hubungan yang gak kudus.

Waktu mulai komit buat pacaran, obrolin batasan itu. Sambungkan dengan tujuan kita berpacaran. Cari kesepakatan untuk mengatasi masalah yang mungkin akan terjadi, misalnya tentuin batasan tempat pacaran, batasan mana yang boleh dan tidak boleh, dsb.

2. Jangan ketok pintu Pencobaan!
Kadang kita suka salah berdoa, ‘Tuhan, beri aku kekuatan agar aku bisa menang dalam pencobaan!’. Padahal Tuhan sendiri bilang: “Jangan masuk dalam pencobaan!’ (kalo gak percaya baca deh: Matius 6:13, Matius 26:41, Lukas 11:4). Artinya jangan sok jago masuk dalam pencobaan, soalnya 99% biasanya bukannya menang malah keok! Hehe. Jangankan masuk, ketok pintunya aja juga mending jangan deh. Misalnya kalo kita yang cowok lemah dalam godaan visual, suka mikir ngeres kalo liat kulit cewek yang mulus, janganlah ketok-ketok pintu en masuk ke pencobaan dengan melirik (atau bahkan melototin) gambar cewek pake rok mini. Langsung tutup majalahnya atau pindahin channel tipinya atau merem sekalian.

Termasuk dalam berpacaran. Kalo memang godaannya besar pas berduaan di tempat sepi, jangan masuk ke tempat sepi. Selalu cari tempat yang aman, ada orang ketiga. Atau ngobrol di tempat umum.

3. Buat cowok, anggap cewek kita itu adik kandung kita.
 Apa batasan perlakukan kita sama pacar kita. Sebagai cowok, kita bisa ambil patokan firman Tuhan ini:
“…Tegorlah orang-orang muda sebagai saudaramu, perempuan-perempuan tua sebagai ibu dan perempuan-perempuan muda sebagai adikmu dengan penuh kemurnian.” (1 Timotius 5:1b-2).
Sebagaimana kita memperlakukan adik perempuan kita (kalo yang gak punya, bayangkan!) begitulah seharusnya kita memperlakukan cewek kita. Penuh kemurnian! Jangan ngelaba, jangan jahat, jangan egois. Lindungi dia sebagai kakak, jagai kehormatannya, sayangi seperti adik kandung. Jadilah cowok sejati.

Kalo ada yang berkilah, “…kalo gitu saya boleh dong cium pipi pacar, soalnya saya juga suka cium pipi adik gue!”, tanyakan betul dalam hatimu, apakah efek ciuman itu beda atau sama? Jangan-jangan itu cuman alasan doang buat membenarkan ketidakmurnian hati kita.

4. Buat cewek, jangan segan tampar cowokmu
 Beda ama cewek, kata orang, gairah seks ama otak cowok itu gak bisa berjalan bareng. Makanya kalo hasrat seksnya muncul biasanya cowok suka gak bisa mikir. Sekalipun si cowok udah tau resikonya dan bahkan sudah berjanji untuk tidak melakukannya, tapi ketika hasrat seksnya muncul, dia bisa lupa semuanya dan yang terpikir hanya… “ah biarin gimana nanti aja!”. Itulah makanya di film-film Hollywood gampang sekali seorang cewek membujuk atau mencuri sesuatu dari cowok, cukup dengan diangkat gairah seksnya. Dan itu memang kenyataan.

Makanya perlu bantuan dari cewek buat nyadarin otak si cowok biar bekerja. Kalo sudah ada tanda-tanda gak beres, ingetin dia. Kalo maksa terus, langsung tampar aja atau cubit sampe biru. Makanya bilang dari awal, kalo sampe kamu nampar, dia jangan marah, hehe.

5. Libatin ortu sama pembimbing rohani
 Penting banget punya pembimbing rohani ato ortu yang tau apa yang kita lakuin sama pacar kita. Bukan artinya kita mesti laporan sama ortu ato pembimbing rohani kita apa aja yang kita lakuin pas pacaran. Tapi belajarlah terbuka sama mereka, apa yang jadi masalah kita, apa yang jadi pergumulan kita dalam pacaran. Dengan terbuka begitu, kita juga akan merasa lebih aman, karena ada orang yang lebih dewasa yang mengawasi kita.

[Sumber dari Gfresh]
Juju Dec 3 '15


Kehidupan manusia tidak pernah mencapai kemaksimalannya apabila manusia tidak mengetahui isi hati Tuhan yang paling dalam. Banyak orang mengetahui pentingnya hati Tuhan, tetapi mereka sama sekali tidak mengerti apa isi hati Tuhan. Isi hati Tuhan bukanlah seperti yang biasa didengung-dengungkan manusia. Ada orang yang berpikir bahwa isi hati Tuhan yang terdalam adalah penginjilan, atau misi: memang hal itu penting tetapi bila kedua hal tersebut tidak dikaitkan oleh isi hati Tuhan, maka kedua hal tersebut akan menjadi kegiatan manusiawi yang sia-sia. Isi hati Tuhan juga bukan pekerjaan sosial dan melakukan pekerjaan-pekerjaan untuk memberkati area-area kehidupan seperti: pendidikan, bisnis, pemerintahan, pertanian, teknologi, seni, olah raga, dan sebagainya. Itupun adalah hal yang penting, namun bila tidak dikaitkan dengan isi hati Tuhan yang terdalam maka itupun sia-sia.

Bagaimana dengan pendalaman alkitab, peperangan rohani, gerakan doa, pemuridan, dan sebagainya? Sekali lagi, semua hal tersebut adalah hal yang sangat baik tetapi bila bukan berkaitan dari isi hati Tuhan maka hal-hal itu hanyalah kegiatan agamawi yang mati dan tidak memberi pengaruh apa-apa.

Lalu, apakah isi hati Tuhan yang terdalam itu? Isi hati Tuhan yang terdalam adalah menyangkut sebuah maksud, yang disebut Maksud Abadi Allah (Efesus 3:3-11). Allah mempunyai sebuah Maksud Abadi, yaitu bahwa Allah menginginkan sebuah tempat kediaman bagi diriNya. Ia ingin agar kita semua yang diselamatkanNya, boleh menjadi anggota Rumah yang kekal itu. Apabila kita hidup dan beraktifitas dari Rumah Allah tersebut, maka kita akan mencapai hidup maksimal kita sehari-hari.

Hidup kita sebenarnya adalah ekspresi dari Rumah Allah yang kekal itu. Kita diciptakan untuk hidup di Rumah Allah dan mengekspresikan Allah dalam pernikahan, keluarga, komunitas sel, bahkan dalam kehidupan sehari-hari kita. Inilah kehidupan yang berkelimpahan. Namun, persoalannya banyak orang tidak mengerti bagaimana mengekspresikan Allah. Renungan 30 hari ini akan menolong kita untuk belajar mengekspresikan Allah dalam aspek-aspek seperti di atas. Renungan ini tidak lengkap tanpa buku penjelasan yang lengkap tentang Membangun Rumah Tuhan, Build MY Home. Anda bisa merenungkan lebih jauh renungan ini dengan menggunakan buku Build My Home.

Praktekkanlah renungan ini secara pribadi maupun korporat. Bahan-bahan ini juga menjadi bahan-bahan diskusi (PTP) di dalam jemaat dasar atau komunitas sel.
Selamat menikmati pertumbuhan menuju kemaksimalan hidup melalui renungan ini.

 

Baca: Yohanes 14:15-21


Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya. —Yohanes 14:16


Putra saya baru saja masuk dalam Kelompok Bermain. Di hari pertamanya, ia menangis dan menyatakan, “Aku tak suka sekolah.” Saya dan suami berusaha membujuknya. “Kami mungkin tidak menemanimu ke sekolah, tetapi kami mendoakanmu. Lagipula, Yesus selalu bersamamu.” “Tetapi aku tak bisa melihat-Nya!” ujarnya. Suami saya memeluknya dan berkata, “Yesus tinggal di dalammu. Dan Dia tak akan meninggalkanmu sendirian.” Putra saya menaruh tangan di dadanya dan berkata, “Ya, Yesus tinggal di dalamku.” Tidak hanya anak-anak yang mengalami kegelisahan karena takut ditinggalkan. Dalam setiap tahapan hidup ini, kita menghadapi masa-masa perpisahan dengan orang-orang yang kita kasihi, adakalanya karena jarak geografis dan terkadang karena kematian. Namun demikian, kita perlu mengingat, bahwa meski kita merasa ditinggalkan oleh sesama, Allah tidak pernah meninggalkan kita. Dia telah berjanji untuk senantiasa menyertai kita. Allah telah mengutus Roh Kebenaran—Pembela dan Penolong kita—untuk tinggal bersama kita dan di dalam kita selamanya (Yoh. 14:15-18). Kita adalah anak-anak yang dikasihi-Nya.


Putra saya belajar untuk percaya, demikian juga saya. Seperti putra saya, saya tidak dapat melihat Roh Kudus, tetapi saya merasakan kuasa-Nya setiap hari ketika Dia menguatkan dan membimbing saya melalui firman Tuhan yang saya baca. Marilah bersyukur kepada Allah untuk pemeliharaan-Nya yang indah, Roh Kristus yang bersama kita dan tinggal di dalam kita. Tentulah kita tak pernah sendirian! —Keila Ochoa


Tuhan, terima kasih untuk Roh Kudus-Mu yang hidup di dalam diriku.


Kita takkan pernah sendirian.

Juju Nov 29 '15

Rahasia Kedamaian Di Tengah Badai Kehidupan


“Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.


Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.”


Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.” Matius 8:24-26


Peristiwa ini terjadi ketika Yesus bersama murid-muridNya sedang ada di dalam perahu mengarungi danau. Angin ribut datang melanda danau tersebut. Dalam Markus 4:37 disebut dengan angin taufan yang sangat dahsyat.


Angin taufan seperti ini bertiup sangat kencang sekali, ke segala penjuru, atas dan bawah, hingga bisa memporak-porandakan rumah-rumah. Bisa dibayangkan gelombang seperti apa yang dapat ditimbulkan pada saat angin jenis ini melanda sebuah danau. Tidak akan ada orang yang berani untuk melintasi danau tersebut dengan sebuah perahu.

Pada saat kejadian itu, para murid sangat ketakutan. Hal ini sangat manusiawi karena perahu mereka diombang-ambingkan oleh gelombang besar dan ditiup oleh angin yang sangat dahsyat.


Ketika mereka merasa bahwa mereka memerlukan pertolongan, mereka mendapati bahwa Yesus dengan tenangnya dapat tidur di dalam kondisi seperti itu. Lalu mereka-pun membangunkan Yesus agar memperoleh pertolongan dariNya.


Hal ini layaknya kehidupan kita yang tidak lepas dari gelombang badai yang berupa masalah yang dapat datang dengan tiba-tiba. Kita dapat diombang-ambingkan oleh masalah yang kita alami. Kita bisa menjadi sangat ketakutan. Bahkan tidak sedikit dari kita yang datang mencari pertolongan pada Tuhan ketika masalah tersebut datang menimpa kita dengan kerasnya.


Ada beberapa hal yang dapat kita pelajari melalui kisah ini. Berikut ini rahasia agar kita tetap tenang dalam menghadapi badai kehidupan:


1. Jangan Takut


Tuhan Yesus bertanya kepada murid-muridNya,

Masalah sebesar dan sekeras apapun boleh datang menimpa kita, tetapi biarlah kita tidak takut dalam menghadapinya. Kenapa? Karena kita punya Yesus, Dia ada dalam satu perahu bersama-sama dengan kita. Bersama Yesus kita akan lakukan perkara besar. Roh yang ada di dalam kita lebih besar dari roh yang ada di dunia ini. Lalu mengapa kita harus takut?


Rahasia pertama agar kita dapat tenang dan berada dalam kedamaian adalah tidak takut. Jangan takut apa yang akan kita hadapi dan akan kita jalani. Hidup ini tidak akan lepas dari berbagai masalah.


Jika berani menghadapi dan menjalani apa yang kita alami sekarang, Yesus akan memberi kita kekuatan dan memberikan jalan keluar bagi kita. Dia akan memberikan kemenangan bagi masalah kita.


2. Percaya Sepenuhnya


Tuhan Yesus menyebut murid-muridNya sebagai orang yang kurang percaya. Mengapa demikian? Karena murid-muridNya tetap ketakutan dalam keadaan demikian, walaupun mereka tahu bahwa Yesus ada bersama-sama dengan mereka.


Mereka kurang percaya akan apa yang dapat Yesus lakukan jika mereka mengalami bahaya.


Apa yang tidak dapat Tuhan lakukan dalam hidup kita? Selama kita hidup berjalan bersama Yesus, maka Dia akan menuntun dan menopang hidup kita. Bahkan ketika kita berjalan dalam lembah kekelaman, Dia tetap ada di samping kita.


“Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku. ” Mazmur 23:4


Percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Dia sanggup melakukan segala perkara. Tiada yang mustahil bagi Dia.


Kedua hal di atas, yaitu “Jangan Takut” dan “Percaya Sepenuhnya“, akan dapat membantu kita memperoleh kedamaian di tengah badai kehidupan yang datang menerpa. Tidak ada hal lain selain kedamaian dalam menghadapi masalah kita yang dapat membantu kita untuk meraih kemenangan di dalamnya.


Biarlah kita tidak takut lagi akan segala hal yang sedang menimpa kita dan biarlah kita tetap percaya seutuhnya kepada kuasa Tuhan yang sanggup melakukan segala perkara dalam hidup kita. Haleluya!


“Mazmur Daud. TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang;


Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.


Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.


Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.” Mazmur 23:1-6

Juju Nov 27 '15 · Comments: 1
Pages: «« « ... 5 6 7 8 9